Detail Cerita Campaign
Di usia yang seharusnya diisi dengan tawa dan permainan, Holidiyah justru belajar tentang arti tanggung jawab lebih cepat dari anak-anak seusianya. Siswi kelas 5 sekolah dasar ini telah kehilangan sosok ayah sekitar empat tahun lalu.

Ibunya, Nurmah (46), menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Ia harus merawat tiga anak dengan kondisi tubuh yang tak selalu sehat. Beberapa minggu terakhir, Nurmah sering mengalami lemas akibat tekanan darah rendah, hingga tak mampu bekerja seperti biasanya. Sebelumnya, ia bekerja memetik sayuran di kebun orang dengan upah harian sekitar Rp50.000–Rp60.000, namun penghasilan itu kerap terpotong ongkos transportasi.
.jpeg)
Di rumah sederhana yang mereka tempati, rumah Holidiyah adalah rumah penginggalan ayahnya. Air untuk mandi dan lainnya pun belum mengalir, karna belum ada biaya untuk buat pipa air untuk dirumahnya.
Uang penghasilannya pun hanya bisa untuk makan 2 kali sehari, dan dengan lauk sederhana seperti garam, tapi kadang sesekali kerupuk atau tahu-tempe saat ada uang lebih.
.jpeg)
Meski hidupnya berat, Holidiyah tak pernah mengeluh. Meskipun seragam sekolahnya sudah lusuh, sepatu dan tasnya mulai rusak. Namun semangat belajarnya tetap terjaga. Ia bahkan berhasil meraih peringkat ke-6 di kelasnya.
Holidiyah adalah potret kecil dari perjuangan besar seorang anak yang dipaksa keadaan untuk kuat, meski hatinya masih ingin menjadi anak-anak.
Yuk bantu perjuangan Holidiyah, sedekah mu bisa membuat Holidiyah tersenyum. Dengan :
1. KLIK " Donasi Sekarang "
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatan dan tepat sasaran dalam penyaluran nya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (08998861575)
Galang dana ini dishare melalui promosi iklan
Berita Program
Program Dirilis
18 Mar 2026Donatur