Detail Cerita Campaign
Mereka tak punya tempat jualan yang layak, yang mereka lakukan hanyalah berjalan kaki. Setiap langkah mereka menitikkan harapan agar dagangan laku. Sayangnya, dagangan mereka selalu sepi pembeli. Tak jarang mereka harus menahan lapar sampai dagangan mereka laku.
.jpg)
Miris memang, tapi itulah yang harus dirasakan oleh Hafidi. Bocah SD yang harus berjuang demi bisa makan dan sekolah itu seringkali kehujanan saat berjualan.
.jpg)
“Kalau aku gak jualan, nenek sama kakak mau makan apa kak ?” tuturnya lirih.
Putus sekolah menjadi salah satu pengorbanan Hafidi demi bertahan Hidup. Begitupun dengan Dimas. Remaja 17 tahun ini harus berjualan ikan keliling demi bisa makan.
—
Setelah orang tuanya berpisah, Dimas hidup sebatang kara tanpa ada yang mau menampungnya. Kini ia bertahan dengan berjualan ikan cupang milik orang, berjalan sejauh 10 km setiap hari demi upah Rp2.000 per ikan.

Kadang cuma makan nasi tanpa lauk, bahkan pernah tidur di emperan toko. Sejak kelas 2 SMP ia berhenti sekolah karena tak ada biaya, padahal cita-citanya ingin jadi TNI. Hidupnya penuh perjuangan, tapi ia tetap berusaha kuat.

Disinilah kita bisa bantu mereka. Bukan karena kita butuh semuanya, tapi karena mereka sangat membutuhkannya.
Dengan memborong dagangan, kita bantu ringankan beban mereka. Kita bantu mereka pulang lebih awal, dengan hati lega dan wajah penuh syukur.
Ayo, ikut gerakan "Borong Yuk!"
Sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Beri senyum untuk mereka yuk, lewat sedekah terbaikmu, dengan :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (087839671808)