Detail Cerita Campaign

Assalamualaikum #PejuangKebaikan,
Pernah bersumpah atas nama Allah, lalu tanpa sadar melanggarnya? Dalam Islam, sumpah bukan hal sepele. Ia adalah janji langsung kepada Allah SWT. Saat sumpah itu dilanggar, ada kewajiban yang harus ditunaikan: kafarat.
Apa itu Kafarat?
Kafarat adalah tebusan dosa yang diwajibkan Allah sebagai jalan membersihkan kesalahan. Bukan untuk menghukum, tapi agar dosa tak terus membekas di dunia maupun akhirat.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah: 89, bahwa pelanggaran sumpah harus ditebus dengan kafarat.
Bentuk Kafarat Sumpah (pilih salah satu sesuai kemampuan):
- 1. Memberi makan 10 fakir miskin
- 2. Memberi pakaian layak shalat kepada 10 fakir miskin
- 3. Memerdekakan budak
- 4. Jika tidak mampu, berpuasa 3 hari
Jika kafarat ditunda, dosanya tetap melekat. Jika ditunaikan, Allah Maha Pengampun. #PejuangKebaikan, jangan biarkan kesalahan kecil berubah jadi beban besar. Kami siap membantu penyaluran kafarat #PejuangKebaikan kepada fakir miskin yang berhak.
“Sedekah itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.”
(HR. Tirmidzi)
Tunaikan kafaratmu hari ini. Bersihkan dosa. Tenangkan hati.
Atau melalui no rek di bawah ini ⬇️
BCA : 7751166196
a.n Yayasan Rumah yatim
✅ Konfirmasi donasi : 087839671808
✅ Jika tidak konfirmasi, maka masuk ke akad sedekah umum
Galang dana ini dishare melalui promosi iklan
Berita Program
Program Dirilis
13 Aug 2024Rumah Yatim Riau Bersama HIMA SI UMRI Tebar Kepedulian untuk Warga dan Lansia
21 October 2026
Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan Rumah Yatim cabang Riau melalui kolaborasi bersama Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Riau (HIMA SI UMRI). Bersama-sama, mereka menyalurkan bantuan bahan pokok untuk puluhan warga dan lansia prasejahtera di Kota Pekanbaru pada 10 Oktober lalu.
Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan Jalan Harapan Raya dan Jalan Cipta Raya. Penyaluran berlangsung di mushola masing-masing wilayah agar bantuan dapat diterima langsung oleh warga yang membutuhkan.
Bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, bantuan bahan pokok menjadi dukungan berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih bagi para lansia prasejahtera, bantuan ini diharapkan dapat meringankan pengeluaran sekaligus membantu mereka menjalani hari-hari dengan lebih tenang.
Firman, Kepala Cabang Rumah Yatim Riau, mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut disambut hangat oleh para penerima manfaat. Mereka mengungkapkan rasa syukur karena bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
"Para penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Mereka merasa sangat terbantu karena bantuan ini dapat meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkap Firman.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari gerakan sosial yang diinisiasi HIMA SI UMRI sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang berada dalam keterbatasan ekonomi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kepedulian, tetapi juga mengambil peran nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Firman pun menyampaikan terima kasih kepada HIMA SI UMRI yang telah bersinergi dengan Rumah Yatim dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial kemanusiaan.
"Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat, membawa berkah, dan meringankan beban para penerima manfaat. Sukses selalu untuk HIMA SI UMRI. Semoga aksi nyata ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk turut peduli dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan," tutur Firman.
