Detail Cerita Campaign
“Diem-diem ibu suka nangis kak, aku ga sanggup liatnya” 😭💔

Namanya Adit (13), Ayahnya Meninggal menyisakan Ia, ibu dan adiknya.

Sejak kepergian sang ayah, Adit melihat sendiri bagaimana ibunya berjuang tanpa lelah, bangun sebelum subuh, tidur paling akhir, dan tetap tersenyum meski lelah menutup mata.
Adit Rela Putus sekolah dikarenakan kurangnya biaya, setiap kali melihat ibunya menahan tangis saat menghitung uang belanja yang tak pernah cukup, Keinginan untuk sekolah pun ia kubur jauh-jauh.
“Biarlah aku saja yang berhenti sekolah. Adik masih kecil, dia harus tetap belajar,” batinnya.

Sejak itu, Adit mulai berjualan. Pagi-pagi ia sudah berdiri di pinggir jalan, membawa termos es berisi es lilin yang dibuat orang lain dari pagi sampe sore, ia mengitari kampung menjajakan es lilin.
Panas dan hujan bukan lagi alasan untuk berhenti, karena setiap rupiah yang ia dapatkan berarti satu hari lagi adiknya bisa tetap berada di bangku sekolah.

Meski lelah, ada cahaya kecil yang selalu menguatkannya: senyum adiknya yang menyambutnya pulang sekolah. Itu membuat semua perjuangannya terasa layak. Adit mungkin yatim dan harus dewasa sebelum waktunya, tetapi tekadnya jauh lebih besar dari usianya.
Di balik tubuh kecil itu, tersembunyi hati yang besar, hati seorang kakak yang rela mengorbankan mimpinya demi masa depan keluarganya. Dan di setiap langkahnya, harapan kecil tetap menyala: bahwa suatu hari nanti, ia bisa kembali mengejar mimpi yang pernah ia tinggalkan.
#PejuangKebaikan, bantu perjuangan Adit sama-sama yuk.
Dengan uluran tanganmu, adit bisa bersekolah kembali, dan keluarga kecil ini bisa bertahan. Bantu dengan cara:
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (087839671808)