Detail Cerita Campaign
Bagi sebagian anak, Lebaran identik dengan baju baru. Namun, bagi banyak anak yatim, seringkali memakai baju lama yang sudah sempit, pudar dan tidak layak. Mereka telah belajar arti kehilangan sejak dini sehingga mereka tumbuh dengan kekosongan yang tidak mudah dijelaskan.
Bisa melanjutkan hidup setelah kepergian orang tua saja sudah membuat mereka kesulitan, apalagi momentum ini mereka lewati 🥹
Nasuha (15) yatim piatu sebatang kara ini harus berjuang untuk bertahan hidup. Penghasilan yang didapat dari menjual abu cuci piring tidak cukup. Terpaksa ia makan dengan lauk seadanya, karena sisa uang ia tabung untuk membayar kontrakan.
“Ayah ibuku sudah meninggal kak, nenek dan kakek yang mengurusku pun sudah meninggal. Aku milih tinggal sama bibi, tapi aku juga diusir. Kini aku tinggal di kontrakan sendirian,” tuturnya sedih.
—
Kondisi yang sama pun dirasakan oleh Abu (11). Setiap hari sepulang sekolah ia berjualan keliling pasar menjajakan dagangannya. Ada tisu, sabun, garam, dan pasta gigi. Semua ia lakukan demi adik dan neneknya bisa makan.
“Kami sering makan nasi pakai garam kak. Kadang kalau jualan aku gak laku, kami cuma minum air putih aja buat ganjel. Besok kalau laku, baru kami bisa makan,” tuturnya pilu.
—
#PejuangKebaikan, bersama kita hadirkan kebahagiaan kecil yang berdampak besar untuk mereka. Mereka yang seringkali mengalah karena kondisi ekonomi, kini pantas kita bahagiakan.
Karena bagi mereka, satu baju lebaran layak menandakan bahwa mereka tidak sendiri ❤️
1. KLIK " Donasi Sekarang "
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatan dan tepat sasaran dalam penyaluran nya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (087839671808)