Detail Cerita Campaign
Di balik semangat belajar ribuan anak yatim dan dhuafa, masih ada banyak kekurangan yang mereka pendam rapat-rapat. Ada yang berangkat sekolah tanpa buku tulis, ada yang meminjam alat tulis teman, bahkan beberapa harus memakai tas yang hampir robek karena tak mampu membeli yang baru.

Namun satu hal yang tak pernah hilang dari mereka: mimpi.
Mimpi untuk tetap sekolah, meraih masa depan, dan mengubah hidup mereka suatu hari nanti.

Seperti hal yang dirasakan oleh Yonatan, Yonatan, anak yatim yang kini duduk di kelas 2 MI Al-Qomaar, sepulang sekolah, ia membantu ibunya membuat ikan asin. Ia membersihkan ikan, menjemurnya 2–3 hari, lalu menjualnya. Ikan itu mereka beli dari nelayan seharga 15rb per kilogram.

Sekarang ini yonatan menunggak buku paket sebanyak 11 dengan harga 150ribu, sampai sekarang belum bisa membayarnya. Untuk makan aja susah apalagi mau bayar buku, ucap ibu yonatan. Untungnya dari pihak sekolah mau mengutangkan yonatan. Yonatan bercita-cita ingin menjadi TNI biar bisa membahagiakan ibunya kelak.
.jpeg)
Hal sama dirasakan oleh Nurcantika (10), Sejak orang tuanya berpisah, ia tinggal bersama neneknya. Ayahnya hilang tanpa kabar, sementara ibunya jarang pulang karena bekerja dan tak punya kendaraan.

Hidup Nurcantika ditopang oleh Nek Asma (63), buruh tani yang kadang menjadi tukang urut dengan upah Rp25.000. Untuk membantu, Nurcantika sering ikut neneknya ke sawah mencabut dan menanam padi.

Setiap pagi, Cantika berjalan kaki 5 KM untuk sampai ke sekolah. Sepatunya sudah sobek, tasnya pemberian guru, dan seragamnya pun bukan baru, name tag yang menempel bahkan bukan namanya. Namun bagi Cantika, semua itu sudah lebih dari cukup untuk terus belajar.
Nurcantika duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar. Dia rajin ke sekolah hanya saja ia tak seperti teman lainnya, pola belajar yang agak lambat membuat ia sering tidak naik kelas tapi kondisi ini ia tetap rajin ke sekolah.
“Cantika lumayan sulit untuk memahami proses belajar, tapi tak membuat ia patah semangat untuk rajin berangkat ke sekolah.” Ujar gurunya
#PejuangKebaikan Melalui program Bingkisan Sekolah untuk 10.000 Yatim Dhuafa, kita ingin menghadirkan senyum baru di wajah mereka dengan memberikan perlengkapan sekolah yang layak, sederhana, namun sangat berarti.
Ayo jadi bagian dari langkah kecil menuju masa depan besar mereka. Dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)
Galang dana ini dishare melalui promosi iklan
Berita Program
Program Dirilis
26 Feb 2026Update Kondisi Nur Cantika Tanggal 30 Juni 2026
30 June 2026Bismillah..
Halo, #PejuangKebaikan, bagaimana kabarnya? Semoga Allah senantiasa memberikan limpahan berkah dan kesehatan untuk kita semua. Aamiin
Sebelumnya ijinkan admin mewakili keluarga besar mustahik untuk ucapkan terima kasih sudah membantu mereka yang membutuhkan melalui https://berkahyatim.com/pendidikanuntukmereka, semoga Allah membalas segala kebaikannya dan melapangkan rezekinya.. Aamiin.
Izin kami menyampaikan update terkini Nur Cantika
.jpeg)
Alhamdulillah dana yang di titipkan melalui https://berkahyatim.com/pendidikanuntukmereka telah kami salurkan kepada Nur Cantika. Alhamdulillah untuk penyaluran Ke 1 ini kami datang dengan memberi bantuan berupa Uang tunai, Sembako Dan Peralatan Sekolah.
Nur Cantika mengucapkan “Terimakasih banyak para #pejuangkebaikan yang telah membantu dan membersamai Nur Cantika hingga saat ini. Kakak adalah pahlawan bagi Nur Cantika dalam menjalani hari-harinya. Semoga apa yang telah diberikan menjadi penglapang untuk rejekinya, pembersih untuk hartanya serta Allah SWT limpahkan berjuta kebaikan serta keberkahan untuk Kakak dan keluarga.. Tak lupa senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam segala urusannya. Aamiin.”
Bantu sebarkan kisah ini ke teman, keluarga, atau media sosialmu agar lebih banyak orang ikut menolong. Dan jangan lupa jangan berhenti melakukan kebaikan dengan KLIK
